Minggu, Januari 23
Shadow

BRANDING SMK PK, SMKN 1 PRACIMANTORO GELAR WORKSHOP IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN PLATFORM TEKNOLOGI

WONOGIRI, SMK Negeri 1 Pracimantoro Penyelenggaraan rangkaian workshop dalam program SMK Pusat Keunggulan (PK) kali ini bertemakan pengembangan platform teknologi, dibawakan oleh founder brokoli yaitu Dirga Naufal Widyatama. (21/10/2021)

Pada workshop tersebut, Dirga menyatakan bahwa pentingnya branding untuk sebuah lembaga termasuk sekolah. Dalam membangun branding sekolah, harus ada team khusus yang menangani ini. Karena kita harus melek bahwa branding sekolah yang baik akan sangat berdampak bagi sekolah misalnya pada penerimaan peserta didik baru dan kredibilitas sekolah di mata industri atau perusahaan rekanan.

Branding SMK selalu berkaitan dengan value apa yang dimiliki atau ingin dikembangkan. Jika berbicara tentang SMKN 1 Pracimantoro top of mind kita apa? Jelas, SMKN 1 Pracimantoro adalah sekolah pariwisata di Wonogiri, sekolah yang religious (dengan program SMK mengaji-nya) dan juga merupakan sekolah yang terpilih menjadi SMK Pusat Keunggulan tahun ini.

Di tengah-tengah workshop tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Drs. Sunarno, M.Pd., bersama team melakukan kunjungan ke SMKN 1 Pracimantoro.

“SMKN 1 Pracimantoro walaupun letaknya di desa, tapi rasa kota atau berkelas. Ada 3P yang menjadikan indikatornya yaitu; penampilan, pelayanan dan prestasi.” ungkap Suratno disambut dengan tepuk tangan peserta workshop.

Kemudian, pengembangan platform teknologi mutlak perlu dilakukan oleh karena adanya perubahan perilaku manusia yang dulu mendapatkan informasi hanya dari TV dan surat kabar kini beralih ke yang berbasis teknologi seperti sosial media (Instagram, TikTok, YouTube) dan website. Sehingga perlu adanya adaptasi dan transformasi akan hal ini.

Menurut riset yang telah dilakukan, 175 juta penduduk Indonesia sudah terkoneksi dengan internet. Ini artinya, digital marketing adalah langkah yang harus ditempuh untuk branding sekolah.

“Digital marketing mindset itu berorientasi pada strategi jangka panjang” tegas Dirga.

Seperti kita ketahui, para content creator yang kini sudah sukses pada saat memulai dulu yang mau menonton hasil karyanya mungkin hanya teman dan keluarga sendiri. Tapi apakah mereka berhenti? Tidak, mereka terus menjalani proses, melakukan riset dan evaluasi sehingga konten menjadi lebih berkualitas.

script writer: Beti Wulandari

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *