Rabu, Oktober 20
Shadow

SELAMAT HARI GURU NASIONAL 25 NOVEMBER 2020

(sumber ilustrasi: kemdikbud.go.id)

Pracimantoro, Wonogiri (25/11) Kepala Sekolah, segenap jajaran guru dan tenaga kependidikan SMKN 1 Pracimantoro mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 2020 kepada seluruh Bapak dan Ibu guru tercinta di seluruh Indonesia.

Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini bernuansa sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya ya, salah satunya adalah karena tidak ada upacara di lapangan karena masih masa pandemi covid-19.

Tema Peringatan Hari Guru Nasional Tahun ini adalah “Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar” Menteri Pendidikan Nadiem Makarim mengimbau pada insan pendidikan untuk menyaksikan program peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2020 di TVRI pada hari Rabu, 25 November 2020, pukul 19.00 WIB. Apabila terlewat acara tersebut juga dapat disaksikan secara langsung melalui kanal Youtube Kemendikbud RI.

Mengutip dari laman kalam.sindonews.com Ustadz Saeful Huda menceritakan sebuah kisah Dialog Seorang Guru dengan Muridnya. Dialog ini mengajarkan kita betapa besarnya pengorbanan guru dalam mendidik muridnya.

Murid : “Jika memang benar para guru adalah orang-orang yang pintar, mengapa bukan para guru yang menjadi pemimpin dunia, pengusaha sukses, dan orang-orang kaya raya itu?

Gurunya tersenyum, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, ia masuk ke ruangan nya, dan keluar kembali dengan membawa sebuah timbangan.

Ia meletakkan timbangan tersebut diatas meja, dan  berkata : ” Anakku, ini adalah sebuah timbangan, yang biasa digunakan untuk mengukur berat emas dengan kapasitas hingga 5000 gram”.

“Berapa harga emas seberat itu? “

Murid mengernyitkan keningnya, menghitung dengan kalkulator dan kemudian ia mejawab,

“Jika harga satu gram emas adalah 800 ribu rupiah, maka 5000 gram akan setara dengan 4 milyard rupiah,”

Guru : “Baik lah anakku, sekarang coba bayangkan seandainya ada seseorang yang datang kepadamu membawa timbangan ini dan ingin menjualnya seharga emas 5000 gram, adakah yang bersedia membelinya?”

Murid berkata : “Timbangan emas tidak lebih berharga dari emasnya, saya bisa mendapatkan timbangan tersebut dengan harga dibawah dua juta rupiah, mengapa harus membayar sampai 4 milyar?”

Guru menjawab : “Nah, anakku, kini kau sudah mendapatkan pelajaran, bahwa kalian para murid, adalah seperti emas, dan kami adalah timbangan akan bobot prestasimu, kalianlah yang seharusnya menjadi perhiasan dunia ini, dan biarkan kami tetap menjadi timbangan yang akurat dan presisi untuk mengukur kadar kemajuanmu. “

Guru berkata lagi, “Satu lagi pertanyaanku. Jika ada seseorang datang kepadamu membawa sebongkah berlian ditangan kanannya dan seember keringat di tangan kirinya, kemudian ia berkata : “Ditangan kiriku ada keringat yang telah aku keluarkan untuk menemukan sebongkah berlian yang ada ditangan kananku ini, tanpa keringat ini tidak akan ada berlian, maka belilah keringat ini dengan harga yang sama dengan harga berlian”

“Apakah ada yang mau membeli keringatnya? “

“Tentu tidak.” Ujar murid.

“Orang hanya akan membeli berliannya dan mengabaikan keringatnya. Biarlah kami, para guru, menjadi keringat itu, dan kalianlah yang menjadi berliannya.”

Sang murid menangis, ia memeluk gurunya dan berkata : “Wahai guru, betapa mulia hati kalian, dan betapa ikhlasnya kalian, terima kasih guru. Kami tidak akan bisa melupakan kalian, karena dalam setiap kemajuan kami, setiap kilau berlian kami, ada tetes keringatmu…”

Guru berkata : “Biarlah keringat itu menguap, mengangkasa menuju alam hakiki disisi ilahi rabbi, karena hakikat akhirat lebih mulia dari segala pernak-pernik di dunia ini.”

Pondok Pesantren (Ponpes) Sultan Fatah Semarang.

Demikian, Sekali lagi SELAMAT HARI GURU NASIONAL ke 72 teruntuk SELURUH GURU-GURU HEBAT di INDONESIA!

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *