Rabu, Desember 8
Shadow

Siap PTMT, SMK Negeri 1 Pracimantoro Perkuat Ekosistem Gerakan Sekolah Menyenangkan dengan Pembalajaran Berbasis SEL

WONOGIRI, SMK Negeri 1 Pracimantoro  Workshop Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) diselenggarakan bagi seluruh tenaga pendidik selama 2 hari di aula SMK Negeri 1 Pracimantoro (14-15/10/2021). Sebagai SMK Pusat Keunggulan (PK), pihak sekolah menghadirkan seorang learning motivator Damayanti, S.Psi., S.Pd. owner dari AHa Self Inspiration Center Bandung yang telah memfasilitasi lebih dari 30 perusahaan atau lembaga baik negeri maupun swasta, juga lebih dari 20 lembaga pendidikan di seluruh Indonesia.

Gerakan Sekolah Menyenangkan sendiri merupakan sebuah gerakan menciptakan lingkungan belajar yang positif, menyenangkan, aman, dan engaging bagi anak-anak. Sedangkan Social Emotional Learning (SEL) berarti kemampuan mengelola aspek-aspek sosial dan emosi dari kehidupan peserta didik di antaranya adalah kesadaran diri, empati, bertanggungjawab dan menjaga hubungan baik dengan sekitarnya.

“Metode SEL dan mindfulness telah digunakan sejak lama di sekolah-sekolah luar negeri seperti di Inggris dan negara lain. Tidak heran, daya serap anak terhadap pembelajaran jadi tinggi dan kualitas pendidikannya lebih maju.” ungkap Kak Dama.

Pada workshop tersebut dijelaskan bahwa dalam rangka membangun GSM, pengkodisian peserta didik menjadi aspek yang sangat essential ketika mengelola kelas. Tiga hal yang perlu dijadikan pedoman yaitu; perkecil gap/jarak psikologis, adanya grouping untuk kompetisi juga hadirkan hope and action pada diri peserta didik.

“Kalau anak-anak belum happy atau terkondisikan di awal pembelajaran, sebaiknya kegiatan jangan dimulai dulu. Bila perlu, terapkan teknik mindful breathing atau journaling pada diri peserta didik dan tidak lupa energizer agar memantik semangat dalam mengikuti pembelajaran” tambah Kak Dama.

Kemudian, sebelum melakukan pembelajaran sebagai pendidik tentunya guru harus menyiapkan learning design atau rencana sesi pembelajaran menyenangkan yang berdampak bagi peserta didik. Guru mampu menentukan dulu apa Outcome, Why, What dan How-nya.

Selain itu, guru sebagai pendidik harus adaptive terhadap perubahan. Karena semua telah berubah, termasuk tipe peserta didik juga berubah. Suka tidak suka, mau tidak mau, cara kita mengajar juga harus berubah sesuai tuntutan zaman. Setidaknya terdapat lima prinsip mengajar yang perlu diterapkan yaitu; guru sebagai role model, hadir untuk memuaskan murid bukan diri, mampu mengelola murid dan menguasai proses, tidak ada murid yang sulit yang ada hanyalah guru yang tidak flexible, dan proses belajar ditujukan untuk membuat murid jadi tahu, mau dan mampu.

Hal ini untuk menghindari reaksi yang tidak diharapkan dilakukan oleh peserta didik seperti mengobrol, mengantuk, melamun, tidur bahkan marah saat pembelajaran berlangsung. Alih-alih bereaksi demikian, peserta didik akan lebih fokus, tertarik, antusias dan puas jika menerapkan GSM berbasis SEL pada tiap-tiap kelas.

script writer: Beti Wulandari.

+3
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *