Kamis, Desember 8
Shadow

TERAPKAN KURIKULUM MERDEKA, SMK NEGERI 1 PRACIMANTORO WONOGIRI TEGASKAN KOMITMEN MERDEKA DARI BULLYING

Wonogiri _ SMK Negeri 1 Pracimantoro kembali menyelenggarakan workshop bagi pendidik dan tenaga kependidikan bertema Penerapan Sekolah Bebas Perundungan (Bullying). Kegiatan ini berlangsung di Aula Graha Wisata SMK Negeri 1 Pracimantoro pada Jumat, 23 September 2022. Hadir sebagai narasumber dalam giat tersebut seorang praktisi psikologi yang telah malang melintang di dunia perlindungan terhadap anak korban perundungan di wilayah Kabupaten Wonogiri yaitu Wuri Rahmawati, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Pada kesempatan itu pula, tim guru Bimbingan dan Konseling SMK Negeri 1 Giritontro juga turut hadir sebagai bagian dari audience.

Putra jaya, S.Pd.,M.T selaku kepala SMK Negeri 1 Pracimantoro dalam sambutannya menyatakan dengan tegas bahwa selama ini pihaknya telah melakukan berbagai tindakan preventif guna menghidari terjadinya kasus bullying di sekolah. Menurutnya, dalam rangka menerapkan sekolah yang bebas dari aksi perundungan perlu adanya penajaman karakter religious dengan program yang telah dimiliki yaitu seperti pembiasaan mengaji kitab suci selama 15 menit tiap pagi juga dengan sholat dhuhur dan ashar berjamaah. Selain itu, guru juga mengajarkan terkait norma-norma sebagai makhluk sosial dalam program keputrian setiap hari Jumat bagi peserta didik perempuan. Tidak cukup sampai di situ, SMK Negeri 1 Pracimantoro juga telah membentuk agen anti bullying di tiap-tiap kelas yang ada, guna pencegahan dini kasus perundungan yang kemungkinan dapat terjadi.

Setali tiga uang dengan pernyataan kepala sekolah, Wuri Rahmawati, S.Psi., M.Psi., Psikolog dalam kesempatan tersebut juga memaparkan bahwa dalam rangka mewujudkan sekolah bebas bullying setidaknya perlu adanya komitmen dari para guru. Kemudian, perlu adanya jalinan komunikasi yang efektif dari guru dan siswa juga kepada wali siswa. Dan yang tidak kalah pentingnya, perlu menekankan nilai kerja sama dan kerukunan antar warga sekolah.

“Apabila terjadi kasus bullying di sekolah, korban acap kali enggan untuk berbicara atau mengungkapkannya. Maka, guru perlu melakukan komunikasi yang efektif terhadap siswa. Samakan dulu frekuensi kita dengan siswa tersebut agar mereka nyaman untuk berbicara.  Adapun tips komunikasi efektif antar guru dengan siswa yaitu dengan prinsip respect, empathy, audible, clarity, dan humble. Selain itu, guru perlu mengenali karakter dan sikap keseharian siswa terlebih dahulu. Ajak mereka untuk berdiskusi tanpa mehakimi dengan prinsip humanistis bahwa semua manusia adalah sama. Jadilah pendengar yang baik, karena guru merupakan orang tua siswa di sekolah. Dan sekali lagi, pahamkan bahwa semua warga sekolah itu adalah saudara”. tandasnya.

+2
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *